Resume Pertemuan ke-15 KBMN PGRI Angkatan 32


 

Hari/Tanggal: Senin, 24 Februari 2025

Tema: Usaha Penerbitan Buku

Narasumber: Mukminin, M.Pd. (Cak Inin)

Moderator: Sigid PN, SH

Waktu: 19.00-21.00 WIB

Tempat: Grup WA KBMN 32

Penulis Resume: Endang Ratna Juwita

 

Pendahuluan

Pertemuan ke-15 KBMN PGRI Angkatan 32 membahas seluk-beluk usaha penerbitan buku, khususnya perbedaan antara penerbit mayor dan indie. Para peserta diajak untuk memahami pilihan yang tersedia bagi penulis dalam menerbitkan karya mereka.

 

Profil Narasumber

Narasumber, Mukminin, M.Pd. (Cak Inin), Owner Penerbit Kamila Press, merupakan penulis produktif dengan 58 buku (10 buku solo dan 48 buku antologi). Beliau juga alumni KBMN gelombang 8.

 

Materi Pokok: Perbedaan Penerbit Mayor dan Indie

 

Narasumber menjelaskan perbedaan utama antara penerbit mayor dan indie dalam beberapa aspek:

 

Aspek Penerbit Mayor Penerbit Indie 

Jumlah Cetakan Masal (minimal 1000-3000 eksemplar) Cetak sesuai pesanan (POD) atau cetak berkala; distribusi online 

Pemilihan Naskah Selektif, mengikuti selera pasar, tingkat penolakan tinggi Umumnya menerima naskah selama layak terbit (tidak plagiat, melanggar hukum, SARA, pornografi) 

Profesionalitas Profesional, SDM terdukung Profesional, namun perlu kejelian penulis dalam memilih penerbit yang berkualitas 

Waktu Penerbitan 1-3 bulan konfirmasi penerimaan naskah; waktu terbit bervariasi Cepat, hitungan minggu 

Royalti Maksimal 10%, dikirim setelah mencapai angka tertentu atau 3-6 bulan penjualan Umumnya 15-20%, dipasarkan penulis sendiri 

Biaya Penerbitan Gratis Berbayar, bervariasi antar penerbit 

 

Contoh Penerbit:

- Mayor: Balai Pustaka, Gramedia, Andi, Yudhistira, Grafindo Media Pratama, Mizan, dll.

 

- Indie: Kamila Press, Lensa Publishing, TanKali, Pagan Press, Oase, dll.

 

Mendirikan Penerbit Indie (Kamila Press sebagai Contoh)

 

Narasumber juga berbagi pengalaman mendirikan Kamila Press, termasuk persyaratannya:

Kantor (ruangan di rumah atau toko terpisah).

Tenaga ahli (layouter, desainer, editor).

Langganan percetakan atau bergabung dengan percetakan besar.

Modal untuk operasional.

Izin resmi CV.

Website berbayar.

Pelayanan pelanggan yang baik.

Inovasi.

Doa dan usaha.

 

Kesimpulan:

Penulis memiliki pilihan dalam menerbitkan buku, baik melalui penerbit mayor maupun indie. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Bagi yang ingin mendirikan penerbit indie, persiapan matang dan komitmen yang kuat sangat diperlukan.

 

Adiwerna, 05 2025

Retno Susiyanti 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Latihan ke Panggung Juara: Catatan Perjalanan Lomba Bertutur MIN 3 Tegal

Resume Pertemuan ke-2 Menulis Resume di Blog

Memupuk Keberanian, Merangkai Cerita: Perjalanan Menuju Lomba Bertutur 2026