Resume Pertemuan ke-6 KBMN PGRI Angkatan 32A


 

Hari/Tanggal: Senin, 3 Februari 2025

Tema: Diksi dan Seni Budaya

Narasumber: Maydearly (Ibu Maesaroh, M.Pd.)

Moderator: Purbaniasita Kusumaning Sedyo, S.Pd

Waktu: 19.00 - 21.00 WIB

Ruang: Grup WA KBMN 32

 

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Sahabat Literasi seluruh Indonesia, semoga kita semua sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Resume Pertemuan Keenam Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Angkatan 32

Sebagai penulis dan pencinta sastra, kita tentu peka terhadap keindahan bahasa yang menggugah. Menulis kalimat indah, itulah yang kita kenal sebagai diksi. Pertemuan kali ini, kita akan diajak "berdansa" dalam keindahan kata bersama Maydearly, Queen of Diction.

 

Sebelum membahas materi, mari kita kenal lebih dekat narasumber kita. Maydearly, atau Ibu Maesaroh, M.Pd., adalah seorang Queen of Diction dengan segudang prestasi:

- Penulis 4 buku solo, 1 buku duo, 1 buku trio, dan 15 buku antologi.

- Dewan Juri tingkat Kabupaten.

- Narasumber Nasional.

- MC tingkat Kecamatan.

- Moderator tingkat Nasional.

- Berbakat dalam seni musik.

 

Pertemuan dibuka dengan puisi karya Maydearly, "Tawanan Rindu," yang memperkenalkan konsep diksi secara puitis:

 

Tawanan Rindu

Created by: Maydearly

 

Kau tahu apa yang lebih menyedihkan?

Merinduimu di setiap keping nafas tanpa terbias

Aku merinduimu melebihi resep minum obat

Walau harus ku hitung waktu lewat puluhan jari

Jawabanku masih tetap merinduimu

 

Tataplah, ada banyak rindu yang bertebaran di langit

Petiklah satu demi satu sebagai ayat rinduku

Langit itu kini tak lagi dingin,

Kabar darimu tak lagi mampir

Menawan batinku dengan berjuntai tanya dan khawatir

 

Biarkan aku menenggelamkan diri dalam kubangan rindu

Semangkuk harap ku persiapkan menuju kedatanganmu

Sebab, merinduimu adalah memupuk kalori semanis madu

 

Mengenal Diksi

Kata "diksi" berasal dari bahasa Latin, dictonem, yang diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction, berarti pilihan kata yang ekspresif. Aristoteles, filsuf dan ilmuwan Yunani, memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot dalam karyanya, Poetics. Ia mengembangkan diksi tidak hanya untuk puisi, tetapi juga prosa berbagai genre.

 

Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat, selaras, dan bertujuan agar pembaca memahami teks. Diksi memberikan "ruh" pada kata, memperkaya warna dan rasa setiap kalimat.

 

Diksi dalam Sastra

Dalam sastra, keindahan diksi sangat penting karena mempengaruhi respons pembaca. Pilihan kata yang tepat memperkaya pengalaman membaca dan mengekspresikan nuansa, emosi, dan gambaran secara mendalam. Penulis perlu memperhatikan konteks, pemilihan kosa kata yang sesuai suasana, dan kemampuan menggambarkan secara unik dan menarik. William Shakespeare, misalnya, dikenal dengan penggunaan diksi yang kaya dan puitis.

 

Lima Jurus Jitu Mengembangkan Diksi yang Menarik:

Berikut pengembangan diksi dengan memanfaatkan panca indra:

Sense of Touch (Indera Peraba): Gunakan kata-kata yang merujuk pada sensasi fisik (kasar, halus, dingin, hangat) untuk menggambarkan pengalaman fisik atau emosional.

Sense of Smell (Indera Pencium): Gunakan aroma untuk menggambarkan lokasi, karakter, memori, atau emosi (misalnya, aroma bunga melati yang menyegarkan, bau tanah basah).

Sense of Journalism (Gaya Jurnalistik): Gunakan diksi yang informatif, jelas, dan memikat sesuai dengan konteks jurnalistik.

Sense of Hearing (Indera Pendengar): Gunakan kata-kata untuk menggambarkan berbagai suara (derap langkah, gemerisik daun, gemuruh petir) untuk membangun atmosfer, mengekspresikan emosi, atau menyampaikan makna simbolik.

Padanan Kata (Sinonim): Gunakan sinonim untuk memperkaya pilihan kata dan menghindari pengulangan kata yang membosankan.

 

Diksi adalah tentang rasa, dan rasa melibatkan pancaindra. Jabarkan apa yang kita lihat, dengar, dan sentuh dalam kalimat menarik untuk menciptakan kata-kata unik. Diksi adalah padanan kata, di mana setiap kata memiliki sinonim.

 

Kesimpulan:

Siap untuk menulis dengan diksi yang menarik? Keluarkan imajinasi Anda dan ciptakan tulisan yang penuh diksi dan makna!

 

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Adiwerna, 3 Februari 2025

Penulis Resume:

Retno Susiyanti 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Latihan ke Panggung Juara: Catatan Perjalanan Lomba Bertutur MIN 3 Tegal

Resume Pertemuan ke-2 Menulis Resume di Blog

Memupuk Keberanian, Merangkai Cerita: Perjalanan Menuju Lomba Bertutur 2026