Dari Latihan ke Panggung Juara: Catatan Perjalanan Lomba Bertutur MIN 3 Tegal

Siap berjuang untuk MIN 3 Tegal 

Setelah tiga minggu bergelut dengan naskah dan latihan yang intens, hari yang dinanti akhirnya tiba. Pagi itu, suasana di madrasah terasa lebih hidup. Dengan bantuan rekan-rekan guru, kami sibuk mempersiapkan segalanya—mulai dari mematangkan kostum hingga memastikan tidak ada satu pun properti yang tertinggal.


Restu dan Semangat dari "Rumah Kedua"

Sebelum melangkah ke medan laga, kami mengajak anak-anak menemui Kepala Madrasah. Beliau memberikan wejangan yang menyejukkan sekaligus membakar semangat. Di depan ruang beliau, suara anak-anak pecah meneriakkan jargon kebanggaan yang dipimpin langsung oleh guru pembimbing:

"MIN 3 Tegal! Mantap, Semua Juara!"

Tak lupa, sebuah afirmasi diucapkan dengan lantang: "Kami siap berjuang, siap menuai juara, dan siap membawa nama baik MIN 3 Tegal!" Kalimat itu bukan sekadar kata-kata, melainkan janji yang mereka bawa di dalam hati sepanjang perjalanan menuju lokasi lomba.


Keberanian yang Melampaui Usia

Di dalam kendaraan, keceriaan anak-anak tak luntur sedikit pun. Saya sempat berbisik kepada Bu Dika, rasa heran menyelimuti hati, "Bu, mereka kok tidak terlihat deg-degan ya? Apa karena masih anak-anak jadi tidak ada raut grogi sama sekali? Atau nanti pas mau tampil baru terasa?"


Rasa penasaran membawa saya bertanya langsung kepada mereka, "Kalian merasa deg-degan tidak mau maju?" Jawaban mereka sungguh di luar dugaan, "Tidak Bu, malah aku sudah tidak sabar ingin tampil!"


Masya Allah. Saya sendiri sering mengalami demam panggung jika harus bicara di depan umum. Namun, melihat binar mata mereka, saya justru belajar tentang arti percaya diri yang tulus.


Menanti Giliran di Nomor Keberuntungan

Setibanya di lokasi, jari nasib membawa kami pada nomor undian 8, 10, dan 11. Kami menganggapnya sebagai angka keberuntungan. Tepat pukul 08.00 WIB, acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Tegal, Bapak Heri Nugroho. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya lomba ini untuk penguatan literasi dan rasa percaya diri anak.


Selama perlombaan, mata kami dimanjakan oleh berbagai penampilan memukau. Namun, panggung memang punya ceritanya sendiri. Ada peserta yang mendadak terdiam seribu bahasa karena gugup hingga waktunya habis. Melihat persaingan yang ketat, Almira, Hilal, dan Syafia sempat berbisik cemas, "Bu, penampilan mereka bagus-bagus sekali, bagaimana dengan kami?"


Saya segera menggenggam tangan mereka dan meyakinkan, "Kalian jauh lebih bagus! Ayo tunjukkan kelebihan kalian yang tidak dimiliki orang lain."


Kejutan Dramatis di Atas Panggung

Saat giliran tiba, kecemasan saya sirna seketika. Anak-anak tampil luar biasa! Salah satu momen paling ikonik adalah saat Almira memainkan properti kendi dengan begitu apik. Dengan penuh keberanian, ia memecahkan kendi tersebut pada saat yang sangat tepat secara dramatis. Aksi ini sukses mencuri perhatian juri karena eksekusinya yang sangat matang dan berani.


Syafia dan Hilal pun memiliki pesonanya sendiri. Keduanya memang sudah teruji; mereka bahkan pernah diundang kembali ke TK asal sebagai alumni berprestasi untuk menampilkan storytelling. Penampilan mereka kali ini bahkan membuat para ustadz yang hadir terharu sekaligus bahagia, hingga mereka mendapatkan apresiasi langsung (saweran) sebagai bentuk kekaguman atas bakat mereka.


Menanti Kabar dengan Debar Jantung

Setelah semua peserta tampil, waktu seolah berjalan lambat. Sejak pagi pukul 07.04 WIB, saya terus memantau perkembangan melalui pesan singkat kepada panitia. "Nanti kalau mau pengumuman minta infonya ya Bu," tulis saya.


Awalnya pengumuman dijadwalkan pukul 15.00 sore. Namun, menjelang siang, sebuah pesan masuk mempercepat detak jantung: "Assalamualaikum Ibu, izin share informasi pengumuman Lomba Bertutur dimajukan pukul 14.00 WIB, maturnuwun."


Puncak Perjuangan: Mutiara yang Bersinar

Pukul 14.00 WIB, saya sudah berada kembali di lokasi. Di antara 44 penampilan yang memukau dari berbagai sekolah se-Kabupaten Tegal, sebuah kabar gembira akhirnya datang membasahi hati dengan rasa syukur yang tak terhingga.


Alhamdulillah, kerja keras itu terbayar tunai. Kebahagiaan ini bukan sekadar soal piala, tapi tentang keberanian yang berbuah manis.

Selamat dan Barakallah atas pencapaiannya:

🏆 M. Hilal Al Fadihyl (Juara 3)

Selamat juga untuk Almira dan Syafia atas penampilan hebatnya!


Melihat mereka berdiri tegak di atas panggung dengan narasi yang mengalir lancar adalah sebuah kebahagiaan yang sulit dilukiskan. Apapun hasilnya, bagi kami di MIN 3 Tegal, kalian semua sudah menjadi juara di hati kami.


Terima kasih untuk dukungan rekan-rekan guru sekalian. Mari kita terus bimbing mutiara-mutiara ini untuk terus bersinar di masa depan!

MIN 3 Tegal? Mantap, Semua Juara!


Retno Susiyanti, S.Pd.I

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Pertemuan ke-2 Menulis Resume di Blog

Memupuk Keberanian, Merangkai Cerita: Perjalanan Menuju Lomba Bertutur 2026