Resume Pertemuan ke-2 Menulis Resume di Blog
Hari/ Tanggal Rabu, 22 April 2026
Narasumber: Raliyanti, S.Sos., S.Kom., M.Pd.
Moderator: Widya Arema
Teringat kembali pelajaran Mahfudzot saat nyantri di Al-Hikmah dulu. Ada pepatah Arab yang bilang kalau ilmu itu ibarat hewan buruan, sedangkan tulisan adalah tali pengikatnya. Tanpa pengikat yang kuat, buruan itu bisa lepas kapan saja.
Pesan itu terasa sangat "ngena" malam ini, Rabu 22 April, dalam Pertemuan ke-2 KBMN PGRI Gelombang 34. Kami ditantang untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif, tapi langsung mempraktikkan seni "mengikat ilmu" tersebut lewat tugas resume. Momentum belajar ini menjadi pengingat bahwa menulis adalah cara terbaik agar ilmu yang kita dapatkan tidak menguap begitu saja.
Bersama narasumber Ibu Raliyanti dan dipandu oleh Mbak Widya Arema, saya disadarkan bahwa tugas "Resume" yang setiap malam hadir bukanlah sekadar formalitas pengumpulan tugas. Ini adalah jembatan.
Di KBMN, konsistensi adalah mata uang utama. Untuk bisa sampai ke tahap melahirkan sebuah buku, saya harus mampu menaklukkan ego dan rasa malas dalam menyusun minimal 20 resume. Jika merangkum pemikiran orang lain saja kita belum konsisten, bagaimana mungkin kita akan sanggup menyusun ratusan halaman buah pikiran sendiri dalam sebuah buku?
Hal yang paling mendebarkan dari kelas ini adalah fenomena "Balapan F1". Begitu materi ditutup, atmosfer grup WhatsApp langsung berubah menjadi lintasan balap. Semua peserta berebut membagikan tautan blog mereka.
Ada kepuasan batin yang sulit dilukiskan saat nama kita terselip di urutan atas pengirim tugas. Namun, lebih dari sekadar kecepatan, saya belajar tentang apresiasi. Melihat tulisan rekan sejawat yang begitu cepat tayang membuat saya termotivasi: "Kalau mereka bisa secepat dan serapi itu, saya pun pasti bisa!"
Selain narasi, malam ini kami juga membedah sisi teknis agar "rumah digital" atau blog kami tidak terlihat gersang. Ibu Raliyanti berbagi tips sederhana namun krusial: kekuatan visual.
Sebuah tulisan tanpa gambar ibarat sayur tanpa garam. Saya kembali mempraktikkan cara menyisipkan dokumentasi ke dalam Blogger—mulai dari klik ikon gambar, memilih upload dari perangkat, hingga proses browsing file. Langkah teknis yang terlihat sepele ini sebenarnya adalah cara kita menghargai pembaca agar mereka nyaman berlama-lama di blog kita.
Menutup pertemuan malam ini, saya merenung bahwa menulis resume adalah proses menyaring ilmu ke dalam hati. Kita hadir bukan sekadar untuk memenuhi daftar absen, tapi untuk memastikan bahwa setiap butir pemikiran narasumber tidak menguap begitu saja.
Perjalanan di Gelombang 34 ini masih panjang, tapi dengan setiap baris resume yang saya buat, saya merasa satu langkah lebih dekat dengan impian memiliki buku sendiri.
"Bagaimana cara Anda mengikat ilmu agar tidak lupa? Ceritakan di kolom komentar ya!"

Satu Kata untuk Tulisannya Keren 👍, Tetap semangat sampai Kepertemuan trakhir
BalasHapusTerima kasih
HapusMantap... belajar menulis caranya memang harus terus menulis
BalasHapusBetul ibu Narasumber
HapusLanjutkan resumwnya
BalasHapusSiap Om Jay
Hapuskeren
BalasHapusTerima kasih sudah mampir!
BalasHapusWow tulisannya sudah kelas atas
BalasHapusAamiin...
Hapus